Rahmat Pantun Mimpi Sang Putra Pembuat Dodol
Mimpi Sang Putra Pembuat Dodol
Mungkin tidak banyak yang tau tentang sosok dan latar belakang Rahmat Pantun. Dibalik usaha, hobi dan juga giatnya selama ini sehingga ia di kenal oleh berbagai kalangan mulai dari kalangan pengusaha, birokrasi, hingga legislatif baik Kabupaten, Provinsi hingga tingkat pusat ini, ternyata tersembunyi rapi kisah hidup yang bisa di katakan dirinya tak sebahagia orang lain. Dari kecil Rahmat Pantun hanya di besarkan oleh seorang ibu, maka tak heran dirinya begitu mencintai sang ibu dan bahkan usaha Dodol Ketan yang di gelutinya ini adalah wujud kecintaanya terhadap sang ibu yang selama ini telah membesarkannya dengan penuh kasih sayang.
Walaupun ia menyembunyikan kerinduannya akan kasih sayang sosok seorang ayah, namun tatapan dari bola matanya tak bisa melindungi hal tersebut. Namun, dirinya tak ingin menceritakan kisah hidup yang selama ini ia jalani dan lebih memilih untuk tertutup dan tak ingin diketahui oleh orang lain.
"Tujuan saya mengembangkan Dodol Ketan Ayam Putih Pungguk yang namanya saya ambil dari nama Patung Tugu Ayam Putih Pungguk adalah untuk mebantu ibu dan juga ekonomi kelurga serta memajukan makanan tradisional tempo dulu dengan dasar mencitai produk lokal," kata Rahmat Pantun mencoba mengalihkan cerita saat ditemui di Bagansiapiapi. Dirinya membenarkan bahwa usahanya ini berawal dari iseng promosi di media sosial.
"Pesanan paling ramai itu di saat dekat lebaran idul Fitri dan Idul Adha dan bahkan ibu sampai kewalahan memenuhi permintaan para pelangan," aku Rahmat Pantun. Tak hanya membantu sang ibu dan ekonomi keluarga, usaha yang di jalaninya hingga kini tersebut di harapkan ya mampu membuka lapangan kerja baru khususnya bagi warga lokal. "Jika permintaan banyak, saya akan mengajak para pemuda untuk bekerjasama membuat Dodol dan akan saya kasi upah," terangnya.
Rahmat Pantun menerangkan kalau dirinya sangat serius dengan usaha Dodolnya ini dan bahkan ia punya mimpi suatu saat nanti memiliki toko sendiri. "Harapan dan impian saya kedepan adalah memiliki toko Dodol atau warung Dodol, tak hanya menjual produk Dodol, akan tetapi juga menampung dan menjual berbagai produk ekonomi kreatif lainnya yang berasal dari masyarakat lokal sekaligus mengembangkan dan mengenalkan lagi Dodol dan produk lokal lainya kepada masyarakat luas," harap Rahmat Pantun sembari mengaku bahwa produk Dodol nya ini sudah memiliki ijin PIRT Dari Dinas Kesehatan dan Ijin Label Halal Dari MUI Provinsi Riau.
Selain mimpi tersebut, Rahmat menerangkan bahwa dirinya juga sudah berhasil mendirikan kelompok usaha bersama Ayam Putih Pungguk dan akan segera di Notaris kan biar ada badan hukumnya. Setelah memiliki badan hukum kedepan dirinya akan berupaya mengembangkan usaha-usaha kecil dengan melakukan pembinaan. "Kuatnya keinginan saya untuk mengembangkan usaha ini juga didasari oleh dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari pemerintah dan juga perusahaan," tuturnya.
Dirinya mengaku sangat senang bisa berbuat dan berkontribusi bagi daerah, itu sebabnya tak hanya mengelusi bidang usaha makanan ia juga aktif di dunia seni Pantun, dengan berbekal ilmu pengetahuan dan pengalaman mengikuti berbagai ajang lomba Pantun Rahmat Pantun kini mendokumentasikan hasil karya pantunya ke dalam sebuah buku yang di beri judul "Anak Burung Meraih Mimpi" dan akan segera diterbitkan tidak lama lagi.
Di kesempatan lain dirinya juga giat mensosialisasikan kepada masyarakat agar gemar mengunakan Tanjak. Pada tahun 2017 lalu, dirinya bahkan pernah mendapatkan penghargaan dari gubernur Riau untuk kategori pemuda Berpertasi dan bahkan di nobatkan sebagai duta Tanjak Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan.
Penulis Oleh: Erik
Read more info "Rahmat Pantun Mimpi Sang Putra Pembuat Dodol" on the next page :
Editor :Muhammad Sarbaini