Alih kelola Blok Rokan Belum selesai, Jafee Suardin diisukan ganti pimpinan baru PHR
Sepanduk bertuliskan masyarakat Melayu menolak
Sementara Jafee di isukan dalam memimpin di SKK Migas saja tidak berhasil dan cenderung banyak belajar kepada staf di SKK migas. Leadership yang egosentris menjadikan Jaffe diangap sok tau di industri ini, termasuk target produksi Migas 1 juta barel yang tidak berlandaskan data ilmiah juga berasal dari dia, dan hal ini banyak di tentang oleh ahli migas tanah air, seperti Andang Bachtiar.
Sebaiknya pemerintah tetap mempertahankan alih kelola ini sampai selesai 8 Agustus 2021 dan setelah berjalan 6 bulan - 1 tahun baru dilakukan seleksi dirut PHR yang kompeten dan kapable.
Jafee menurut info dari Shelll Oil *"he just one of engineer as other else,* hanya karena kedekatan dengan AT dan Meneg ESDM maka bisa mendadak diangkat menjadi deputy SKK Migas. Jika seperti ini proses pemilihan pimpinan BUMN dan pengelolaan Migas tanah air, maka yakinlah produksi blok Rokan akan tambah anjlok. Dan pemerintah berspekulasi terhadap produksi minyak nasional dengan memilih pemimpin yang kurang pengalaman.(MT)
Read more info "Alih kelola Blok Rokan Belum selesai, Jafee Suardin diisukan ganti pimpinan baru PHR" on the next page :
Editor :Muhammad Sarbaini